Postingan Terbaru

Program Langit Biru, Untuk Kesehatan Paru-Paru

  Semakin banyak yang menggaungkan penggunaan BBM   ramah lingkungan, dan hal tersebut kian menjadi tren hidup yang perlahan diterapkan di dunia. Tentunya untuk keberlangsungan   hidup yang lebih baik, penggunaan BBM ramah lingkungan juga sebagai bentuk dukungan pada program yang dicanangkan oleh pemerintah. Ngobrolin tentang program pemerintah, sebenarnya Indonesia sejak tahun 1996 sudah mencanangkan Program Langit Biru dengan dasar hukum Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 tahun 1996. Program Langit Biru adalah suatu program pengendalian pencemaran udara dari kegiatan sumber bergerak dan sumber tidak bergerak. Secara bertahap Program Langit Biru terencana dan terprogram, yang melibatkan banyak sektor, baik pemerintah, pelaku usaha dan juga masyarakat secara luas. Untuk terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan dan mensosialisasikan program Langit Biru, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkolborasi dengan Kantor Berita Radio (KBR) melaksanakan webinar

YDBA Luncurkan Program Sektor Unggulan UKM Kuliner di Mataram

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) adalah yayasan yang didirikan oleh Astra sebagai bentuk komitmen Astra untuk ikut serta dalam membangun bangsa. Pembinaan UMKM merupakan fokus dari tanggung jawab sosial Astra. UMKM manufaktur, yang terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani.

2
Ada 16 cabang Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB), yang menjadi tempat efektif pelatihan dan pendampingan di lapangan untuk para pelaku UMKM. YDBA juga mengembangkan sektor unggulan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi. Gurp Astra mendirikan LKM/Koperasi agar UMKM dan masyarakat di daerah dalam mendapatkan akses pembiayaan.

3
YDBA luncurkan program sektor unggulan UKM Kuliner di Mataram, pada tanggal 06 Oktober 2017. Sektor unggulan merupakan program untuk peningkatan kompetisi dalam waktu yang relatif cepat. Program ini memfokuskan pembinaan pada sektor industri yang diikuti oleh sebuah komunitas UMKM homogen.

Ketua pengurus YDBA, Hendry C. Widjaja, dan koordinator LPB Mataram serta perwakilan UMKM menandatangani nota kesepakatan untuk menunjukkan  komitmen bersama dalam mengembangkan UMKM Kuliner di Mataram dan sekitarnya.

4
Ada 35 UKM yang dilibatkan dalam sektor unggulan di LPB Mataram di bidang kuliner seperti katering, rumah makan, dan makanan siap saji. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, produktivitas, standarisasi mutu hasil, serta memperluas jangkauan pemasaran produk. Ada beberapa UKM Kuliner Mitra LPB Mataram yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) Cabe Rawit telah berhasil memasuki pasar beberapa outlet indomaret di Mataram melalui makanan siap saji.

6
"Saya berharap dengan diluncurkannya program sektor unggulan ini, UKM Kuliner di Mataram bisa termotivasi untuk bisa ke jenjang selanjutnya dan bertahan atau awet dalam menjalankan bisnisnya", ungkap Henry C. Widjaja, Ketua Pengurus YDBA dalam peresmian program tersebut.

Dari program sektor unggulan ini, UKM anggota komunitas sekotor unggulan diharapkan bisa menjadi UKM Mandari, yaitu UKM yang memiliki bisnis yang berkelanjutan. Salah satu UKM Kuliner yang dalam pembinaan YDBA dalam pengembangan bisnisnya adalah "Bu Kus Catering".

Sebelum peresmian dilakukan, kami blogger Lombok yang telah diundang oleh pihak LPB Mataram diajak untuk berkunjung ke lokasi Bu Kus Catering yang berada di Jalan Batu Bolong No. 35 Pagutan, Mataram. Bapak Henry pun terjun langsung untuk melihat kantor serta dapur dari salah satu UKM Kuliner binaannya. Di sana, kami disambut baik langsung oleh pemilik UKM kuliner tersebut.

5
Usaha kuliner yang digeluti oleh bu Wagini telah berkembang pesat. Katering yang awalnya merupakan usaha kaki lima di Taman Udayana, yang merupakan tempat ramai dengan pasar dadakan di hari minggu, kini telah menjadi usaha katering yang memiliki 9 karyawan tetap dan juga 25 karyawan siap panggil untuk membantu ketika banyak pesanan.

Berawal dengan modal Rp 200.000, kemudian berani mengambil pesanan katering makan siang dari Astra. Itu adalah langkah awal dari Bu Wagini untuk merambah dari usaha kaki lima menjadi bisnis katering yang sekarang bisa menerima pesanan 1-2 gedung dalam sehari.

7
Bu Wagini mengatakan bahwa dengan adanya pembinaan dari YDBA, bisnisnya semakin berkembang. Dalam kesempatan berbincang kemarin, dia bercerita bahwa baru pulang dari pelatihan di Jepang. Banyak ilmu yang sangat bermanfaat yang bisa dia terapkan untuk lebih mengembangkan bisnisnya lagi.

YDBA banyak memberikan manfaat bagi para pelaku usaha rumahan. Selain pelatihan, YDBA juga melakukaan pendampingan secara langsung di lapangan agar para pelaku usaha rumahan, bisa menjadi bisnis besar yang memiliki sistem kerja seperti perusahaan besar pada umumnya.

8
Sssstt... Kami juga mendapatkan bingkisan untuk mencicipi produk UKM Kuliner Lombok lho!

Salam Cihuy~

Comments