Postingan Terbaru

Puncak Festival Rinjani IV

Festival Rinjani Acara Festival Rinjani IV yang telah berlangsung sejak tanggal 26 September 2020 lalu, sudah memasuki acara puncak pada hari Minggu, tanggal 22 November 2020 di Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat. Festival Rinjani yang mengusung “Betabek, Mengeja Kembali Rinjani” bertujuan untuk meninjau kembali kawasan Gunung Rinjani. Dalam kondisi pandemi saat ini, tidak menyurutkan tim dari Santiri Foundation untuk tetap melaksanakan kegiatan ini. “Festival Rinjani dihajatkan untuk mengedukasi, mengakampanyekan, kemudian juga membuat peningkatan kesejahteraan melalui berbagai kegiatannya. Sebab melestarikan Rinjani tanpa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya itu omong kosong, meningkatkan ekonominya saja tanpa meningkatkan kelestarian Rinjani juga eksploitasi. Karena selama ini Rinjani menjadi objek, bukan subjek. Masyarakat adat terpinggirkan. Kami ingin keseimbangan dari ekologi, ekonomi dan sosiologi menjadi tempat pembelajaran warga dunia,” ujar Tjatur Kuku

Seorang Penumpang Melahirkan Di Dalam Mobil Lombok Taksi




Siang tadi, Rabu, 9 Januari 2019, Tim Bluebird Lombok Taksi mengunjungi penumpang yang melahirkan anak di mobil taksi. Kejadian yang tidak biasa telah dialami bapak Denny, seorang sopir Bluebird Lombok Taksi dengan kode lambung ZG009. Seorang Penumpang telah melahirkan anak di dalam taksi saat sedang menuju ke Puskesmas, sekitar pukul 19:15 WITA.

Hanya didampingi suami, Ibu Sari memesan layanan Lombok Taksi untuk diantar segera ke Puskesmas Gunung Sari untuk melakukan persalinan. Dengan sangat cemas dalam perjalanan dari rumah, Bapak Ahmad, suami Ibu Sari meminta pak Denny untuk lekas-lekas mengendarai taksinya agar segera sampai di Puskesmas. Rintih kesakitan Ibu Sari semakin membuat panik, baik bapak Ahmad atau pun pak Deeny yang sedang di balik kemudi.



Di perjalanan, kontraksi semakin menjadi dan tidak dapat ditahan lagi. Tanpa bantuan perawat, bayi tersebut lahir dengan selamat di dalam taksi yang masih berjalan menuju Puskesmas, Selasa kemarin (8 Januari 2019).

"Pak, kayaknya sudah mau keluar dia pak..." ucap Ibu Sari semmbari menahan sakit yang luar biasa.

"Iya, tidak apa-apa. Keluarkan saja. Sudah biasa saya mengantarkan orang melahirkan", ungkap pak Denny menceritakan kronologi kelahiran bayi di dalam taksinya.


Setibanya di Puskesmas Gunung Sari, Perawat dan Bidan langsung membantu proses bersalin yang belum usai seperti memotong tali pusar dan mengangkat ari-ari sang bayi. Semua proses dilakukan di dalam mobil taksi di depan lobby Puskesmas. Bayi dan Ibu selamat dan segera dibawa ke dalam puskesmas. Kepanikan tidak selesai sampai di situ. Karena tidak membawa perlengkapan bersalin seperti kain, semua orang yang sedang berada di lobby langsung membantu mencarikan kain untuk Ibu dan bayinya.

"Saya benar-benar panik dan ikut bingung. Hanya suaminya saja yang menemani. Kepala istrinya dipangku dan bayi tersebut lahir saat mobil sudah setengah perjalanan. Yang saya lakukan berusaha untuk tetap tenang walau panik, agar bisa menyetir sampai tujuan dengan cepat dan selamat", tambah pak Denny masih menceritakan kejadian yang sangat langka dia alami.



Sebagai bentuk peduli Tim Bluebird Lombok Taksi, semua biaya administrasi Puskesmas ditanggung penuh. Beberapa bingkisan juga diberikan untuk bayi mungil yang terlahir sehat dengan berat 2.800 gram dan panjang 47 cm. Ini merupakan salah satu pengalaman yang sangat berarti untuk Bluebird Lombok Taksi. 

Comments

  1. Masya Allah, itu suami pangkuan kepala lalu bayinya yang megang siapa ya? *Ikut panik*

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Salam Cihuy~